Survei Populix mengungkap tren fashion dan selera berpakaian orang Indonesia di tahun 2022.
Sebanyak
80 persen responden menganggap tren fashion di tahun 2022 memprioritaskan kenyamanan sebagai pertimbangan utama.
Demi
memenuhi kebutuhan fashion, sebagian besar responden bersedia menghabiskan
Rp250.001 - Rp500.000 untuk berbelanja barang-barang fashion setiap bulannya.
Sebelumnya,
Populix, sebuah layanan survei konsumen berbasis digital, baru-baru ini membagikan
hasil survei “Indonesia in 2022: Looking at
Fashion Trends & Economy Revival” yang membahas seputar prediksi tren
fashion dan kebangkitan ekonomi pada tahun 2022 di Indonesia.
Adaptasi era kenormalan baru telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam gaya berpakaian.
"Dengan
berbagai kebijakan terkait pembatasan fisik dan bekerja atau belajar dari rumah
guna mengurangi penyebaran virus Covid-19, kini sebagian besar responden
menyatakan bahwa mereka tidak terlalu mengikuti tren fashion, tetapi lebih
mengutamakan kenyamanan dalam gaya berpakaian mereka,” ujar Timothy Astandu,
Chief Executive Officer, Populix.
Berikut
ini adalah beberapa poin temuan utama dari survei Populix.
Barang
fashion paling diminati di tahun 2022
Baik
responden laki-laki maupun perempuan memilih gaya berpakaian yang sederhana (73 persen)
dan kasual (68 persen) di tahun 2022.
Akan
tetapi, survei menunjukkan bahwa responden
laki-laki juga menyukai gaya sporty, sementara gaya vintage lebih diminati oleh responden perempuan.
Untuk
mendukung preferensi gaya berpakaian tersebut, outer/kardigan akan
menjadi barang fashion wajib para perempuan di tahun 2022, sementara tshirt dan
kemeja berkerah akan tetap menjadi barang fashion terfavorit laki-laki.
Dalam
hal alas kaki, responden laki-laki dan perempuan memilih sneakers sebagai alas
kaki yang akan dipakai tahun 2022, diikuti dengan sendal jepit dan sepatu
slip-on.
Responden
perempuan juga memilih jilbab segi empat (47 persen), pashmina (40 persen), dan
jilbab instan (31 persen) sebagai pendukung gaya berpakaian mereka.
Pertimbangan
dalam membeli pakaian
Survei menemukan bahwa 80 persen responden menyatakan mereka akan
mengutamakan kenyamanan berpakaian, sementara 56 persen responden lebih
memilih gaya pakaian yang sederhana.
Di
samping itu, 39 persen responden mengatakan bahwa gaya berpakaian merupakan bentuk ekspresi diri
mereka.
Sebanyak
23 persen responden mengatakan bahwa mereka lebih tertarik untuk bergaya modern
dan 22 persen responden lebih tertarik dengan gaya berpakaian yang membuat mereka terlihat
profesional dan lebih percaya diri.
Jumlah
anggaran bulanan untuk berbelanja barang fashion
Dalam hal jumlah anggaran bulanan, mayoritas responden, baik laki-laki maupun
perempuan, bersedia menghabiskan Rp 250.001 - Rp500.000 untuk berbelanja
barang-barang fesyen setiap bulannya.
Namun
menariknya, responden laki-laki bersedia mengeluarkan anggaran yang lebih besar
dibandingkan perempuan dengan 19 persen laki-laki bersedia mengalokasikan lebih
dari Rp 1.000.000, sementara hanya 12 persen perempuan yang bersedia
mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 1.000.000 untuk berbelanja barang-barang
fashion.
“Kami
berharap survei ini dapat memberikan insights
kepada para pelaku industri fesyen, baik UMKM maupun brand, untuk mempersiapkan
strategi bisnis dan pengembangan produk mereka tahun ini," katanya.
Survei
menunjukkan bahwa 56 persen responden memiliki frekuensi berbelanja di UMKM
sama dengan brand fashion ternama, dan 50 persen responden menyatakan bahwa
mereka memiliki anggaran yang sama ketika mereka berbelanja di UMKM maupun
brand.
"Hal
tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh
sebagai penggerak roda ekonomi Indonesia tahun 2022,” Timothy menambahkan.
Survei
berjudul “Indonesia in 2022: Looking at Fashion Trends & Economy Revival”
ini dilakukan terhadap 1.013 responden yang terdiri dari 500 responden
laki-laki dan 513 responden perempuan berusia 18-55 tahun pada tanggal 26-31
Desember 2021.
Sumber : https://jurnalgaya.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-803566816/simak-tren-fashion-2022-begini-fakta-pergeseran-selera-fashionista-akibat-adanya-pandemi?page=3

0 komentar:
Posting Komentar